About Me

Monday, December 5, 2011

Temanku diluar jendela


Dari pandangan pertama
Dari pertemuan yang sangat sementara
Kita ditakdirkan untuk bersama
Aku didalam dan kau diluar jendela

Temanku yang diluar jendela
Kau tahu aku gembira
Kerna kau senantiasa ada
Mendampingiku setiap saat dan ketika

Kau mesti tahu satu perkara
Oh temanku yang diluar jendela
Aku- setiap kali musim berubah warna
Ternanti2 kalau2 kau mahu berubah warna juga

Di musim luruh, harusnya kau jadi merah atau jingga
Tapi, kau masih sama
Di musim sejuk, harusnya kau tidak berwarna
Tapi, kau masih sama

Kau masih begitu juga dalam musim bunga
Tapi, tidak mengapa
Aku senang sekali kau senantiasa diluar jendela
Akhirnya kau bertukar warna juga

Rimbunan merah pekat saga
Kau kelihatan sangat menawan pada setiap mata
Aku juga, tapi sayangnya
Wahai temanku yang diluar jendela

Kalau aku bisa berbicara dalam bahasamu
Akan kuhadiahkan puisi ini tanpa sedikit ragu
Kerna kau menghadiahkan warna hijau dan merah sagamu
Setiap hari tanpa jemu dalam senyum ramahmu

Maaf, kita terpaksa berpisah sampai sini sahaja
Aku tidak akan lagi di dalam jendela
Tapi, kau akan selalu di luar jendela
Bersama sama beburung yang berlindung malam dan siangnya

Entah bagaimana
Jatuh sayang aku padamu
Wahai temanku yang diluar jendela
yang tak ketahuan namanya apa.